Sabtu, 05 Maret 2016

3-MEANINGFUL DAYS WITH ISMAFARSI
Pekanbaru18-21 Februari 2016
Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum 2016 dimulai pada tanggal 18 Februari 2016 dengan screening meliputi tulisan-tulisan kami mengenai farmasi dan ISMAFARSI. Setelah sholat magrib, materi pertama dimulai. Materi pertama yang kami terima yaitu mengenai “Self Branding dan Be Mawapres”. “Self Branding dan Be Mawapres” ini disampaikan oleh kak Teguh Prambudi dan ilmu penting yang kami dapatkan dari sana yaitu bahwa setiap orang perlu untuk membentuk personal branding sendiri karena setiap individu memiliki keunikan masing-masing yang tidak ada orang lain bisa menirukan, dan dari personal branding kita dapat dikenal oleh masyarakat tingkat majemuk. Tentunya dalam membentuk personal branding harus disesuaikan dengan potensi diri yang meliputi passion, vision, mission, dan dibuktikan dengan take action. Selain itu, dari materi pertama ini kami juga dibekali kiat-kiat untuk menjadi seorang mahasiswa berprestasi atau yang iasa kita kenal dengan mawapres, diantaranya yaitu kita seharusnya menentukan target pencapaian prestasi seperti dengan mengikuti suatu kompetisi minimal satu tiap bulannya, kemudian dengan membiasakan penggunaan Bahasa Inggris secara aktif, dan selalu berlatih membuat suatu karya tulis atau essay.
Hari kedua, aktivitas kami dimulai pada pukul 5 pagi untuk jogging bersama, dan dilanjutkan dengan materi kedua pada pukul 8. Materi kedua yaitu “Peran ISMAFARSI Terhadap Farmasi Indonesia” yang membahas mengenai pendidikan farmasi di Indonesia dan di luar negeri. Materi kedua ini dibawakan langsung oleh ketua APTFI (Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia), Pak Daryono Hadi Tjahjono. Dalam materi ini, beliau menekankan pada sebab mengapa farmasi Indonesia tertinggal dari farmasi di negara lain. Beliau memaparkan pentingnya ujian dengan bentuk CBT dan OSCE, karena menurut beliau, dari CBT didapatkan poin pengetahuan (knowledge), sedangkan kemampuan (skills) didapatkan dari OSCE. Transfer pengetahuan dilanjutkan dengan pemberian materi ketiga yaitu mengenai IDEOPOLSTRATAK (Ideologi, Politik, strategi, dan taktik) yang disampaikan langsung oleh DPD-RI Provinsi Riau, Ibu Intsiawati Ayus, SH. MH. Poin penting dalam materi yang disampaikan yaitu bahwa suatu organisasi seharusnya bergerak dengan strategi dengan tetap menjunjunga ideologinya, yang kemudian dijalankan dengan taktik. Materi selanjutnya dibawakan oleh Pak Safarudin Koto sebagai perwakilan langsung dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) cabang Riau. Beliau menyampaikan tentang media dan media advokasi. Beliau menekankan pentingnya media saat ini, karena dengan media yang dapat membangun opini sehingga membuat masyarakat percaya. Dengan pentingnya peran media, sudah seharusnya digunakan dengan benar dan optimal. Kamudian dilanjutkan dengan pemaparan materi kelima yaitu mengenai kabar apoteker Indonesia yang disampaikan langsung oleh pengurus pusat IAI (Ikatan apoteker Indonesia) yaitu Bapak Noffendri Roestam, S.Si, Apt.
“APA KABAR APOTEKER INDONESIA ?”
Noffendri Roestam, S.Si, Apt. – Sekjend IAI 2014-2018

Berdasarkan PP 51 tahun 2009 yang menerangkan mengenai kewenangan tugas apoteker lebih dari sekedar penjual obat, namun juga sebagai seorang yang ahli mengenai obat, bahan-bahan obat, pendistribusiannya, hingga pemberian edukasi tentangnya. Namun yang disayangkan, hal-hal tersebut hanya diketahui oleh beberapa kelompok orang saja, sedangkan masyarakat umum masih tetap mengenal apoteker sebagai penjual obat. Ketidakpopuleran apoteker itu harus kita terima karena itulah keadaaannya sekarang, bahkan pemahaman masyarakat mengenai obat hanya sebatas barang yang dikonsumsi saat terjadi sesuatu yang tidak normal dlaam tubuh. Seharusnya obat bukan hanya komoditi biasa, namun merupakan barang kesehatan yang harus dilayankan oleh farmasi.
Tidak sedikit golongan yang menginginkan adanya pembentukan undang-undang yang mengatur tentang praktik kefarmasian sebagai upaya dalam meningkatkan eksistensi dari apoteker sendiri. Di lain sisi, pihak IAI memaparkan alasan atas ketidaksetujuan dalam pengajuan pembentukan undang-undang mengenai praktik kefarmasian, karena dengan banyak landasan hukum yang sudah ada, banyak apoteker yang belum memenuhi wewenangnya, apalagi ketika undang-undang dibentuk, bisa jadi banyak apoteker yang ditimpakan sanksi atas kelalaiannya selama ini.
Berdasarkan penjabaran tersebut, IAI tetap mengupayakan hal-hal yang dapat dilakukan mengenai eksistensi apoteker ini. Upaya-upaya tersebut antara lain dengan membangun kompetensi apoteker melalui resertifikasi, memperbaiki teknis pembelajaran komunikasi bagi apoteker yang seharusnya dilakukan oleh ahlinya, dan melakukan MOU dengan BPOM pada tahun 2015 serta membangun positioning apoteker.  Membangun positioning apoteker dapat meningkatkan popularitas apoteker. Upaya kongkrit dari membangun positioning ini telah dimulai yaitu dengan adanya program spesifik yang bertujuan untuk meningkatkan popularitas apoteker sendiri seperti DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan baik dan benar), dan GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Selain itu, terdapat pula ketentuan mengenai jas apoteker, dan papa nama apoteker berdasarkan hasil Rakernas IAI tahun 2014 di Jakarta. Upaya-upaya tersebut dilakukan dengan harapan farmasi memiliki masa depan yang kebih baik sesuai fungsi dan wewenangnya.
Materi terakhir pada hari kedua yaitu mengenai prospek pergerakan yang dibawakan oleh kak Andreas P. Poin besar yang ditekankan oleh beliau yaitu bahwa orang berlabel mahasiswa dapat menurunkan orang berlabel presiden. Hal tersebut sudah jelas mengarah pada mahasiswa, dan salah satu merubah sesuatu yaitu dengan pergerakan. Pergerakan diawali dengan adanya kegelisahan.
Hari ketiga yaitu tanggal 20 Februari 2016, seperti biasa, diawali dengan jogging di pagi hari, kemudian disusul dengan pemaparan permasalahan tiap wilayah. Selanjutnya, dipaparkan permasalahan dan rekomendasi kepengurusan dari BP BPH. Kegiatan kami diakhiri dengan mengucapkan ikrar, dan ditutup dengan jargon kesatuan.

Resume materi dalam Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum (IPLF) 2016 di Mona Plaza Hotel, Pekanbaru, Riau.

Batu, 5 Maret 2016
Best sincerely,


-MUFIDATUL ILMI KURNIAWATI-

Selasa, 19 Januari 2016

ASSALAMU'ALAIKUM DUNIA...

Assalamu'alaikum, para audacious...
ini blog ku, sudah lama dibuat namun belum pernah digunakan..
sebenarnya tahu mau diisi apa, tapi belum rampung tulisan yang akan dimasukkan, dan juga karena ingin yang terbaik jadi sering ragu untuk memasukkan sebuah tulisan sendiri disini..

but now, lets begin!!!
hopefully, this blog will be helpful for all of us..

ganbatte ne...!

wassalamu'alaikum..



sincerelly,

-ilmi-